10 PEMAIN TERBURUK CHELSEA SEPANJANG MASA

Chelsea adalah salah satu tim premier league yang terkuat ditanah inggris, namun bukan berarti pemain yang bisa merumput bersama the blues ini bisa menemukan performa bagus mereka. Berikut beberapa pemain besar yang merumput bersama chelsea namun tidak bisa mengeluarkan performa terbaik mereka :

1. Winston Bogarde

Pada tahun 2000, Chelsea mendatangkan Winston Bogarde dengan status bebas transfer dari Barcelona. Kenyataan Barcelona yang bersedia untuk membiarkan Bogarde pergi secara gratis terlihat aneh. Chelsea pun bersedia membayar gaji Bogarde senilai £ 40.000 seminggu dan hanya melakoni beberapa laga.

Setelah melihat gaya permainannya, Chelsea pun dengan cepat menyadari bahwa mereka telah melakukan kesalahan besar dan berusaha untuk menyingkirkan Bogarde beserta kontraknya yang berdurasi 4 tahun. Ia ingin pindah ke Chelsea semata-mata karena faktor uang dan Bogarde tidak dapat bersaing untuk mendapatkan posisi utama didalam skuad The Blues.

2. Fernando Torres

Sama seperti Andriy Shevchenko, Fernando Torres bukanlah pemain terburuk; mungkin bisa dibilang dirinya tidak pernah menunjukkan potensi terbaik di klub lain. Ketika Chelsea mendatangkan Fernando Torres dari Liverpool pada Januari 2011, semua orang berpikir jika The Blues telah mendapatkan sebuah permata yang bernilai harganya. Saat berseragam Liverpool, El Nino kerap menghancurkan pertahanan lawan dan mencetak setumpuk gol.

Namun 3½ tahunnya saat berada di Stamford Bridge adalah cerita yang berbeda. Selama waktunya di Chelsea, ia menikmati kesuksesan klub di kancah domestik dan Eropa akan tetapi dirinya tidak pernah cocok dengan pola permainan The Blues. Dengan catatan 20 gol dalam 110 laga adalah jawaban tentang dirinya yang mengalami penurunan kelas.

3. Andriy Shevchenko

Ketika Chelsea mendatangkan stiker Ukraina yang bernama Andriy Shevchenko dari AC Milan pada tahun 2006 dengan nilai transfer mencapai £ 30 juta, semua orang mulai memperhatikan. Sheva adalah striker kelas dunia dan merupakan salah satu striker paling mematikan di Eropa.

Di AC Milan, ia mencetak 175 gol selama 7 tahun di semua kompetisi. Selama 2 tahun menghuni Stamford Bridge, kualitas Sheva seperti berada dibawah rata-rata. Dia tidak pernah terlihat nyaman dan tidak pernah memberikan tim lawan terornya yang menakutkan seperti yang pernah ia lakukan di Serie A.

4. Juan Sebastian Veron

Saya tidak terlalu yakin tentang apa yang dipikirkan tim manajemen Chelsea ketika mereka memutuskan untuk mendatangkan Juan Sebastian Veron dari Manchester United pada tahun 2003. Meskipun demikian, Roman Abramovich mengira bahwa harga senilai £ 15.050.000 adalah harga yang pantas untuk catatan mentereng Veron selama ini.

Namun dibalik itu semua, Sir Alex Ferguson tertawa lebar sebab gaya permainan Veron tidak meningkat selama dirinya berseragam The Blues. Sosok Veron begitu meneror sepakbola Italia, namun saat dirinya berada di Liga Premier, hal itu tidak pernah terjadi. Veron hanya melakoni 14 laga sebelum berakhir menjadi pemain pinjaman.

5. Adrian Mutu

Ketika Chelsea memanggil dirinya untuk bergabung, ia pun segera berpikir jika diirnya akan menjadi bintang masa depan The Blues. Diantara tahun 2000 hingga 2003, Mutu menunjukkan kemampuannya yang cemerlang kala membela klub seperti Verona dan Parma di Serie A. Chelsea yang saat itu diambil alih oleh Roman Abramovich segera mendaratkannya di Stamford Bridge pada tahun 2003.

Indikasi awal adalah banyak pihak yang menyatakan jika Mutu merupakan penandatanganan terbesar karena dia berhasil mencetak beberapa gol di sejumlah pertandingan pertamanya. Kemudian semuanya berubah begitu saja. Secara keseluruhan, gol dan kinerja Mutu menurun secara signifikan. Di awal tahun 2004, Mutu gagal mengikuti gagal mengikuti tes obat karena dirinya dinyatakan positif menggunakan kokain. Sejak saat itu, kontraknya diputus oleh Chelsea.

6. Chris Sutton

Pemain ini dinilai tidak mempunyai keterampilan dan gairah kala membela Chelsea. Chris Sutton akan dikenang sebagai pemain Chelsea yang mengerikan karena dirinya tidak pernah masuk ke dalam gaya permainan tim. Tidak ada yang menduga jika gaya permainan Sutton begitu buruk dan ia sempat diduekan dengan Gianfranco Zola di lini depan.

Sewaktu membela Blackburn, Sutton dianggap sebagai striker terbaik bersama dengan Alan Shearer. Musim 1999-2000 menjadi saksi bisu bahwa Sutton bukanlah striker yang baik. Dengan mencetak 3 gol di semua kompetisi, pelatih pun terpaksa mengirim Sutton ke Celtic setelah bermain satu musim.

7. Shaun Wright-Phillips

Saat berada di Manchester City, Shaun Wright-Phillips membukukan namanya sebagai pemain muda yang cepat serta menarik dengan dibalut potensi. Pada tahun 2005, Chelsea pun segera meminangnya. Sebenarnya tidak ada keraguan jika Wright-Phillips mempunyai kecepatan yang mengagumkan namun pihak Chelsea mempermasalahkan gol dan Bahkan dalam masalah assist saja, Wright-Phillips keteteran. Pada akhirnya, Wright-Phillips harus dikembalikan lagi ke klub aslinya Manchester City pada tahun 2008.

8. Claudio Pizzaro

Di era 1999 sampai 2007, Claudio Pizarro adalah salah satu striker terbaik di Bundesliga dan ia merupakah pahlawan bagi klub-klub seperti Wender Bremen dan Bayern Munchen. Ia tampil sangat konsisten di lini depan dan hal inilah yang kemudian membuat Chelsea menjemputnya pada tahun 2007.

Di satu sisi, kepindahan Pizarro ke Chelsea dikarenakan datangnya Jose Mourinho dan penandatanganan stiker Nicolas Anelka. Kedua hal itulah yang menyebabkan dirinya tidak bisa berkembang di Chelsa dan terbukti kedatangannya menjadi transfer terburuk Chelsea sepanjang masa. Ia hanya mencetak 2 gol dalam 20 laga di Liga Premier.

9. Mateja Kezman

Siapapun yang pernah mengikuti jejak klub Belanda, SPV Eindhoven pada tahun 2000-an akan percaya jika Mateja Kezman ditakdirkan untuk menjadi pemain bintang terkenal dengan sejumlah karir yang sukses. Ia berhasil mencetak 105 gol dalam 123 laga sehingga tak diragukan lagi jika dirinya adalah striker terbaik di liga tersebut. Chelsea juga berpikir demikian, pada tahun 2004 mereka memanggil Kezman senilai lebih dari £ 5 juta.

Kezman akhirnya menjadi salah satu transfer terburuk ketika menghabiskan waktu selama satu musim di London sebelum dirinya pindah ke Spanyol. Tentu saja ia merupakan bagian dari tim pemenang Liga Premier dan Piala Liga tetapi peforma yang ditunjukkan Kezman sama sekali berbeda. Dia hanya mampu membukukan 7 gol dalam 40 laga secara keseluruhan dan tidak mampu memenuhi harapan Chelsea.

10. Yuri Zhirkov

Pemain serbaguna, Yuri Zhirkov adalah pesepakbola dengan masa depan yang sangat menjanjikan dan didatangkan dengan biaya yang tak sedikit jumlahnya. Ia memutuskan untuk hengkang dari CSKA Moscow dan berlabuh ke Chelsea pada tahun 2009. Zhirkov bisa bermain di sayap kiri dan bek kiri sama seperti saat dirinya bermain di Moskow, ia juga bisa memberikan kontribusi dengan melesakkan gol dan assist.

Zhirkov yang dibeli seharga £ 14,7 juta ini tampaknya seperti bisnis yang sangat baik. Dia memiliki sejumlah penampilan yang sangat baik namun sayang, ia tidak pernah terbiasa dengan gaya permainan sepakbola Inggris. Selama dua musim penuh di London, ia gagal bersaing tempat dengan Ashley Cole dan kerap dibekap cedera berkepanjangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *